JAWABAN TUGAS 1

Senin, 01 Juni 2009

1. Resume Pertemuan Pertama

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

BAB I Asumsi Peranan Pengenalisis Sistem

Analisis system adalah teknik pemecahan masalaha yang menguraikan system menjadi koponen-komponennya dengan tujuan untuk mempelajari seberapa baik komponen tersebut bekerja dan berinteraksi dlam mencapai tujuan. Desain system adalah pelengkap teknik pemecahan yang mengumpulkan kembali bagian-bagian komponen dari suatu system dan kemudina memperbaiki system tesebut dengan menambahkan, menghapus dan mengubah potongan tersebut sehingga berubah dibandingkan system awal. Analisis system adalah konsep yang menggambarkan fase awal dari pengembangan system, dan pada kenyataannya tidak ada kesepakatan mengenai kapan analisis system berakhir dan kapan desain dimulai.

Analisis system informasi didefinisikan sebagai fase pengembangan dalam suatu objek yang memfokuskan pada masalah bisnis, independen tehadapa teknologi yang dapat digunakan/implementasi sebagai solusi terhadap masalah tersebut. Analisis system dikendalikan oleh pemilik system dan pengguna system. Karenanya diperlukan blok, DATA, PROCES, dan INTERFACE dari pemilik system dan pengguna system sesuai pandangan masing-masing dalam hal masalah bisnis. Sistem analisis menyediakan fasilitas analisis system. Dokumentasi dan pengiriman dilakukan oleh analis system dan tersimpan di dalam repository.

Repository adalah lokasi dimana system analis sistem, Desain sistemers, dan sistem builders menyimpan dokumentasi/data dari suatu atau lebiih sistem/proyek. Repository dapat dibuat untuk proyek tunggal atau lebih proyek/sistem. Pada umumnya, reporsitory diimplementasikan sebagai kombinasi dari :

a. Petunjuk jaringan dari word processing (seperti Microsoft Word), Spreadsheet (seperti, Microsoft Excel), dan file computer lainnya yang berisi hubungan proyek, laporan dan data.

b. Satu atau lebih kamus/ensklopedia mesalah

c. Dokumentasi dalam bentuk file

d. Website interface (cukup berguna sebagai alat komunikasi)

Stucrture analisis sendiri merupakan salah satu dari pendekatan untuk analis sistem dengan menggunakan sistem informasi. Seperti yang telah disebutkan di atas, stuctureed analisis memfokuskan pada proses. Proses ini digambarakan menjadi satu model sistem Analisis yang disebut diagram aliran data (Data Flow Diagram). Model dari proses ini menjadi rancangan awal untuk proses bisnis yang akan diimplentasikan. Pada saat ini, proses model digunakan untuk memperbaharui /mendesain ulang proses bisnis.

Information Engineering adalah teknik untuk merencanakan, menganalisa dan mendesain sistem informasi yang menitikberatkan pada data. Model dari information Engineering mengilustrasikan dan mnyesuaikan data dengan proses sistem.

Beberap pendekatan model dan informasi engineering adalah :

a. Accelarated Analysis adalah pendekatan untuk mengidentifikasikan suatu bisnis secara cepat dan menggunakan persyaratan untuk sistem baru yang digambarkan dalam bentuk prototype. Discovery Prototipyng digunakan untuk mendefinisikan persyaratan bisnis dari pengguna dengan cara membuat reaksi/mencoba secara cepat dan kotor implementasi dari persyaratn bisnis tersebut.

b. Rapid Architecture Anlysis Adalah Accelarated Analysis yang digunakan sebagai pendekatan untuk membangun model dari sistem dari sistem lama atau Discovery Ptototypes. Reserve Engineering adlah teknologi pembacaan dari kode pemograman database, program aplikasi ataupun User Interface dan secara otomatis membuat model yang ekuivalen dari suatu sistem. Hasil dari pemodelan sistem tersebut dapat diubah dan dikembangkan oleh sistem Sistem Analisis dan pengguna untuk pengembangan model baru.

c. Requirements Discovery adalah teknik yang digunakan oleh Sistem Analysts untuk mengidentifikasi dan menggali masalah dari sistem dan persyaratan solusi dari komunitas pengguna. Information Gathering adalah teknik yang digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai masalah dari suatu sistem, kesempatan, persyaratan solusi dan prioritas.

Tahap Pemeriksaan Awal

Tahap pemeriksaan awal adalah tahap pertama dari proses pengembangan sistem klasik. Tahap ini menjawab pertanyaan apakah suatu proyek pantas untuk dikerjakan. Untuk itu, pemeriksaan awal harus mendeskripsikan tujuan dari proyek dan masalah, peluang, dan arahan yang memicu proyek tersebut. Tahap pemeriksaan awal terutama berkaitan dengan pandangan pemilik sistem secara umum terhadap sistem tersebut.
Tahap pemeriksaan awal dilakukan dalam waktu yang singkat, seluruh tahap tidak boleh melebihi 2 - 3 hari untuk sebagian besar proyek. Tahap pemeriksaan awal umumnya terdiri dari hal-hal sebagai berikut :

1. Membuat daftar masalah, peluang dan arahan
Ini adalah salah satu pekerjaan utama dalam tahap pemeriksaan awal yang diestimasi berkaitan dengan urgensi, visibilitas, keuntungan nyata, dan prioritas. Pekerjaan ini biasanya diatur oleh analis sistem senior. Pekerjaan ini dipicu oleh permintaan akan proyek.

* Urgensi : dalam waktu berapa lama sebuah masalah harus diselesaikan atau sebuah peluang terealisasikan.

* Visibilitas : pada tingkatan apa sebuah solusi atau sistem baru diperlihatkan kepada pelanggan atau manajemen eksekutif

* Keuntungan : berapa banyak sebuah solusi atau sistem baru meningkatkan pendapatan atau mengurangi biaya tahunan

* Prioritas : apa prioritas dari tiap masalah, peluang, atau arahan

2. Mendiskusikan tujuan awal
Tujuan mendeskripsikan batasan dari proyek, yaitu aspek dari bisnis yang diperhitungkan dan yang tidak. Tujuan dapat berubah selama proyek dilaksanakan, tetapi rencana proyek awal harus membangun tujuan awal. Kemudian bila tujuan berubah secara signifikan, semua anggota yang berhubungan akan memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap perubahan anggaran dan jadwal. Pekerjaan ini menggunakan masalah yang didefinisikan oleh pekeerjaan sebelumnya. Masalah, peluang dan arahan tersebut merupakan dasar dalam menentukan tujuan.

3. Mengestimasi nilai proyek
Tidak mungkin untuk melakukan analisis feasibilitas yang menyeluruh berdasarkan fakta terbatas yang dapat dikumpulkan. Pekerjaan ini dipicu oleh pekerjaan sebelumnya yang menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk menilai sebuah proyek. Pekerjaan selanjutnya dalam tahap pemeriksaan awal hanya dilaksanakan bila dinyatakan cukup bernilai untuk dilanjutkan.

4. Merencanakan proyek
Bila suatu proyek sudah dinyatakan layak untuk dilanjutkan, baru dapat dilakukan perencanaan secara mendalam. Perencanaan awal proyek minimal harus terdiri dari rencana utama awal (baseline plan) yang mencakup penjadwalan dan penugasan sumber daya untuk seluruh proyek. Perencanaan ini akan di evaluasi pada akhir setiap tahap dari proyek. Selain itu juga harus ada rencana dan jadwal yang mendetail untuk menyelesaikan tahap berikutnya. Pekerjaan ini menjadi tanggung jawab dari manajer proyek.

5. Presentasi proyek beserta rencananya
Pada banyak organisasi, terdapat lebih banyak proyek yang potensial dibandingkan sumber daya yang diperlukan untuk mengerjakan atai membiayainya. Jadi sbuah proyek harus dipresentasikan kepada steering body untuk mendapat persetujuan. Steering body adalah sebuah dewan bisnis eksekutif dan manajer sistem yang mempelajari dan memberikan prioritas pada proposal proyek yang diajukan untuk menentukan proyek mana yang akan memberikan keuntungan terbesar bagi perusahaan dan yang akan disetujui untuk pengembangan sistem berkelanjutan. Setiap steering body harus terdiri dari ahli sistem atau manajer noninformasi.

Tahap Analisis Masalah

Tahap analisis masalah menjawab pertanyaan apakah masalah yang ada layak untuk dipecahkan atau tidak, atau dengan kata lain tahap analisis masalah biasa dikenal sebagai tahap kelayakan analisis.

Tahap analisis masalah tidak bisa dilewatkan, kecuali ada alasan untuk mempercepat tahap ini. Misalnya, proyek dijalankan atas dasar rencana strategis/taktis sehingga kelayakan dari proyek tidak diragukan lagi. Jika ini yang terjadi, tahap ini bisa direduksi jadi tahap pengenalan ke sistem saat ini, bukan menganalisanya.

Tujuan utama tahap analisis masalah adalah mempelajari dan mengerti asal masalah melalui analisis masalah, kesempatan, dan masalah. Biasanya digunakan model sistem seperti diagram aliran data,dsb. Sebaiknya, digunakan sistem modelling yang minimal.
Tergantung dari ukuran sistem, waktu untuk menyelesaikan tahap ini kira-kira 1-4 minggu, tahap analisis masalah ini terbagi menjadi tahap-tahap sebagai berikut:

1. Mencari sumber masalah
Tugas ini dipimpin oleh pimpinan proyek, namun difasilitasi oleh analis pimpinan sistem. Selain itu dibutuhkan pemilik dan pemakai program untuk membantu tahap ini, bahkan pemakai bisa dijadikan sebagai analis bisnis juga dalam tahap ini.
Yang bisa dihasilkan dari tahap ini adalah pengertian tentang sumber masalah dan kosakata bisnis. Hasil dari tahap ini harus didokumentasikan, caranya antara lain:

* Dokumentasi Data : mendefinisikan semua hal dalam kajian bisnis

* Dokumentasi Proses : mendefinisikan setiap event bisnis

* Dokumentasi Interface : mendefinisikan semua lokasi yang dilayani oleh sistem saat ini

2. Analisis masalah dan kesempatan
Analisis masalah sangat sulit untuk dikuasai, yang efektif adalah jika mempersepsikan setiap masalah menjadi analisis sebab dan akibat. Analisis sebab dan akibat mengarahkan kita ke pengertian sebenarnya tentang masalah dan solusi yang dihasilkan akan lebih kreatif dan berharga.
Tahap ini difasilitasi oleh analis sistem. Pemilik dan pemakai juga harus aktif berpartisipasi karena mereka adalah pakarnya sumber masalah. Desainer sistem dan pembangun sistem biasanya tidak dilibatkan, kecuali jika mereka diminta untuk menganalisa masalah teknis yang mungkin muncul di sistem.

3. Analisis proses bisnis
Tahap ini hanya dilakukan jika akan dilakukan perancangan ulang proses bisnis. Tahap ini difasilitasi oleh analis sistem dan analis bisnis. Sebaiknya, para analis ini sudah terlatih, berpengalaman di perancangan proses bisnis. Pemilik dan pemakai juga bisa membantu.
Hasil dari tahap ini adalah model proses dan analisis proses. Model proses biasanya terlihat seperti diagram aliran data,kecuali mereka digunakan untuk menunjukkan:

* Volume data yang mengalir dalam proses

* Waktu respon untuk tiap proses

* Hambatan (bottleneck) dalam sistem

Sedangkan analisis proses biasanya mengandung hal sebagai berikut:

* Biaya tiap proses

* Value added tiap proses

* Konsekuensi menghapus/mengimplementasikan proses

4. Menentukan tujuan perbaikan sistem
Setelah mengerti sistem secara keseluruhan, kita bisa menentukan tujuan dari perbaikan sistem. Tahap ini mendefinisikan kriteria perbaikan apa saja yang akan diukur dan dan mengidentifikasikan hambatan yang akan timbul.
Tujuan adalah ukuran kesuksesan, berupa hal yang ingin kita capai, sedangkan hambatan adalah semua hal yang akan membatasi fleksibilitas untuk menghasilkan solusi pencapaian tujuan.
Tahap ini difasilitasi oleh analis sistem. Pemilik dan pemakai juga harus aktif berpartisipasi karena mereka adalah pakarnya sumber masalah. Desainer sistem dan pembangun sistem biasanya tidak dilibatkan, kecuali jika mereka diminta untuk menganalisa masalah teknis yang mungkin muncul di sistem ini.

5. Memperbarui Rencana Proyek

* Proses memperbarui rencana proyek difasilitasi oleh proyek manajer yang bekerja sama dengan pemilik sisem dan seluruh anggota tim yang berkecimpung dalam proyek tersebut.

* Sistem analis dan pemilik sistem adalah individu-individu yang memegang peran penting dalam proses memperbarui rencana proyek.

* Analis dan pemilik sistem harus tahu bahwa ruang lingkup sistem baru yang dibuat mungkin saja lebih besar daripada yang diharapkan. Selain itu,terkadang mereka juga harus siap untuk mengurangi ruang lingkup sistem (cara yang mereka lakukan adalah menentukan ranking tujuan berdasarkan tingkat kepentingan kemudian jika diperlukan pemangkasan sistem,maka tujuan yang diambil adalah tujuan yang memiliki prioritas paling tinggi).


6. Mempresentasikan Penemuan dan Rekomendasi

* Proyek manajer dan eksekutif sponsor seharusnya bergabung untuk memfasilitasi pekerjaan ini (mempresentasikan penemuan dan rekomendasi.

* Input informasi yang dibutuhkan untuk presentasi penemuan dan rekomendasi adalah analisis problem, model sistem, tujuan perbaikan sistem serta dokumentasi yang dihasilkan selama fasa analisis problem.

* Skill komunikasi dan interpersonal memegang peran esensial dalam pekerjaan presentasi penemuan dan rekomendasi. Oleh karena itu, analis sistem diharapkan untuk bisa menulis secara formal laporan bisnis dan membuat presentasi bisnis tanpa mengalami masalah.

Fase Analisis Masalah :

a. Pemberian izin untuk melanjutkan proyek.

b. Mengatur ruang lingkup sistem,biaya dan jadwal proyek,kemudian dilanjutka ke pembahasan fase analisa kebutuhan.

c. Membatalkan proyek jika :

* Kekurangan sumber daya untuk pengembangan proyek lebih lanjut.

* Perealisasian masalah dan peluang dapat dilakukan secara sederhana dan tidak sepenting yang diharapkan.

* Benefit tidak sebanding dengan kos yang dikeluarkan pada saat menggunakan sistem baru

Fase Analisis Kebutuhan

Kegiatan yang dilakukan di fase ini adalah :

a. Mendefinisikan masalah.

b. Menganalisis kebutuhan fungsional.

c. Mencari dan melengkapi kebutuhan.

d. Memprioritaskan kebutuhan.

e. Memperbarui rencana proyek.

Mendefinisikan kebutuhan

Macam-macam kebutuhan :

1. Kebutuhan fungsional
Adalah aktifitas dan servis yang harus ada di dalam sistem. Contohnya adalah input,output,proses dan pengiriman data yang dibutuhkan dalam memenuhi tujuan perbaikan sistem.

2. Kebutuhan non fungsional
Adalah karakteristik,batasan serta feature yang mendefinisikan kepuasan sistem. Contohnya adalah performansi (throughtput dan respon waktu),kemudahan belajar dan penggunaan,budget,biaya,biaya simpan (cost saving),deadline,dokumenyasi,kebutuhan training, manajemen kualitas, keamanan, kontrol audit internal.

a. Pekerjaan ini dilakukan oleh sistem analis

b. Frame work yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah (selain juga kesempatan dan batasan) adalah PIECES.

c. Berbagai macam teknik yang dipakai dalam pekerjaan ini adalah :

* JRP (Adalah teknik untuk menguraikan secara tepat kebutuhan bisnis)

* Survey

* Interview

Analisis kebutuhan fungsional

1. Dua pendekatan untuk mendokumentasi dan memvasilidasi kebutuhan fungsional yaitu modelling dan prototyping

2. Logical sistem model
Adalah desain logis yang menjelaskan apa seharusnya yang harus dikerjakan sistem dan apa sebenarnya sistem tersebut. Dengan menggunakan logical desain,tim proyek akan :

* Memisahkan denga baik antara kaitan bisnis dan solusi tenis.

* Lebih memperhatikan dan mempertimbangkan cara baru dan berbeda untuk mengimprove proses bisnis

* Lebih memperhatikan solusi teknik alternatif (saat tiba waktu untuk desain fisik).

* Prototiping digunakan pada saat fase analisis kebutuhan untuk mengmbangkan kebutuhan user interface.

* Teknik-teknik penting yang dipakai untuk menganalisis kebutuhan :

ü Data,proses dan teknik pemodelan interface.

ü Penggunaan software diagram seperti visio proffesional,CASE software seperti Sistem Architect untuk mengontruksi dan mejaga siste serta detail dokumentasi.

ü Teknik prototiping yang didapat dari buku. Teknik menemukan fakta

3. Mencari dan Melengkapi Kebutuhan

* Pencarian kebutuhan pada dasarnya adalah mencari kebutuhan fungsional yang tercakup dalam model sistem prototiping yang telah dibuat.

* Terkadang,kita perlu melengkapi kebutuhan fungsional dengan kebutuhan nonfungsional agar aspek nonfungsional memenuhi desain sistem dan fase konstruksi.

* Tugas ini difasilitasi oleh proyek manajer dan sistem analis.
Kesusesan dari sebuah pengembangan sistem proyek dapat diukur dengan cara melihat kecocokannya (degree) dengan kebutuhan dari bisnis yang menginginkannya. Jika proyek berada diluar rencana atau over budget maka perlu diadakan proses pengenalan terhadap kebutuhan yang lebih penting dibandingkan dengan yang lain. Maka dari itu perlu dilakukan proses prioritasi terhadap kebutuhan bisnis. Salah satu teknik untuk hal ini adalah timeboxing

Timeboxing :adalah teknik yang mengirimkan fungsi-fungsi sistem informasi dan kebutuhannya melalui versioning. Tim pengembangan memilih subset terkecil dari sistem yang bila diimplementasikan secara total akan mengembalikan value secara cepat kepada sistem owner dan juga penggunanya. Idealnya subset ini dikembangkan dengan jangka waktu antara 6 – 9 bulan atau lebih kurang dari itu.
Prioritas dapat diklasifikasikan berdasarkan kepentingan relatifnya :

1. Mandatory requirement : merupakan sesuatu hal paling essensial yang harus dipenuhi oleh sistem minimal (versi 1.0). Mandatory requirement tidak dapat diberikan peringkat (ranked). Ini dikarenakan karena ia merupakan hal yang paling essensial bagi segala solusi. Jika seandainya bisa diberikan peringkat maka hal tersebut bukanlah Mandatory requirement melainkan Desirable requirement

2. Desirable requirement : satu hal yang tidak essensial bagi versi 1.0 tetapi mungkin menjadi essensial bagi versi yang akan datang. Desirable requirement dapat dan sepatutnya diberikan peringkat (ranked). Cara yang efektif untuk mengkomunikasikan dan mengkategorikan peringkatan Desirable requirement adalah dengan menggunakan angka dari versi yang dikeluarkan
Hasil akhir yang ingin dicapai dari semua ini adalah dengan terbentuknya proposal mengenai sistem (sistem proposal) yang akan menyelesaikan pengidentifikasian kebutuhan bisnis
Tujuan dari analisis keputusan (Decision analysis phase) adalah untuk mentransisi proyek dari bisnis ke arah solusi teknikal dengan tahapan-tahapan analisis keputusan (Decision analysis phase) untuk membentuk proposal sistem :

* Identifikasi kandidat-kandidat solusi
Dalam mengidentifikasikan solusi diperlukan informasi dari kebutuhan yang diinginkan oleh sistem owner, maupun user. Mereka dapat menyumbangkan ide dan opininya masing-masing

* Analisis kandidat-kandidat solusi
Masing-masing kandidat solusi dianalisis ke-feasibility-annya. Kebanyakan dalam melakukan analisis digunakan 4 kriteria yakni :

* Technically feasibility : Apakah solusi secara teknis dapat dipakai? apakah staff memiliki keahlian teknis untuk mendesain dan membangun solusi ini?

* Operational feasibility : Akankah solusi memenuhi dari kebutuhan user? Bagaimana solusi mengubah lingkungan kerja dari user?

* Economic feasibility : Apakah biaya untuk solusinya efektif?

* Schedule feasibility : Bisakah solusi didesain dan diimplementasikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan?

* Membandingkan antara kandidat-kandidat solusi : Memilih solusi yang menawarkan peforma terbaik dilihat dari sisi technically, operational, economic, schedule feasibility

* Mengupdate rencana proyek : memastikan solusi yang akan diberikan. Apakah solusi ini telah memenuhi kebutuhan bisnis dari sistem ownernya.

* Menyarankan bentuk solusi



2. Tinjauan Objek Penelitian PA
Aplikasi Penerimaan Kas Pada Salon Tommy Ciputat
FASE PERTAMA
1. Pengenalan
a. Masalah
Pencatatan yang digunakan masih secara manual, sehingga membutuhkan biaya operasional syang sangat besar, serta waktu yang banyak dalam menghsilkan laporan penerimaan kas
b. Kesempatan
Dengan pencatatan yang digunakan secara manual, penulis mempunyai kesempatan memperkenalkan program pencatatan penerimaan kas pada Salon Tommy Ciputat secara komputerisasi
c. Tujuan
Untuk mengefektifkan dan mengefisienkan kinerja Salon Tommy Ciputat, meminimalisir biaya operasional serta mampu menyediakan laporan penerimaan kas secara cepat dan akurat

2. Keterlibatan Personal
a. Analisis Sistem
Analis sistem terlibat sebagai pemecah masalah mulai dari kegiatan observasi sampai pada tahap pembuatan sistem.
b. Manajemen User
Manajemen user merupakan operator atau pemakaian aplikasi yang akan dibuat serta manajemen user merupakan pemakai akhir dari produk (sistem yang disediakan pembuat sistem)
c. Manajemen Sistem
Manajemen sistem terlibat didalam pembuatan seluruh aplikasi dari mulai sejak diadakannya observasi sampai aplikasi siap digunakan oleh manajemen user.

FASE KEDUA
1. Menentukan Kebutuhan Inforormasi
a. Interview manajemen, operasi dan personal
Interview ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan proses penerimaan kas pada Salon Tommy CIputat. Interview ini dilakukan kepada manajemen, mengenai sistem yang digunaka sekarang dan kepada personal yang mengendalikannya.
b. Mengumulkan dokumen sistem / operasi
Mengumpulkan dokumen ini sama tujuannya dengan interview yaitu memperoleh data sebagai bahan dalam menyelesaikan project akhir
c. Menggunakan quesioner
Quesioner digunakan jajak pendapat melalui pertanyaan kepad pihak-pihak yang berhubungan dengan penggunaan sistem yang digunakan sekarang ini
d. Mengamati sistem dan keterlibatan personal
Mengamati secara langsung ketelibatan personal dalam mengguanakn sistem penerimaan kas Salon Tommy Ciputat secara manual. Sepemantauan penulis semua yang terlibat dalam kegiatan ini menjalankan tugasnya dengan baik.
e. Mengunakan pertanyaan who, what, where, when, how, dan why
Dalam memperlancar penarian dat dalam interview, pengumpulan data dan questioner menggunakan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut
Siapa yang akan diwawancarai?
Siapa yang akan menjadi operator yang akan dibuat?
Kapan Wawancara dilakukan?
Dimana alamat lengkap perusahaan?
Mengapa harus membuat sistem yang baru?

2. Keterlibatan Personal
Analis sistem
Analis sistem terlibat sebagai pihak yang memecahkan masalah-masalah baik pada saat observasi sampai pada saat pembuatan sistem.
Manajemen user
Manajemen user akan terlibat di dalam pemakaian aplikasi yang akan dibuat serta manajemen user inilah yang akan mengoperasikan sistem aplikasi tersebut. Artinya manajemen user dalam hal ini adalah bagian penerimaan kas pada Salon Tommy Ciputat
Pekerja operasi
Merupakan salah satu fungsi manajemen yang membuat rencana dan melakukan pengendalian sistem produksi serta kegiatan sistem interface dengan fungsi lain di dalam organisasi dan lingkungan organisasi". Jadi, secara tidak langsung keyword untuk manajemen operasi ini adalah Decision Making terutama dalam bidang Proses, kualitas, kapasitas dan persediaan.
Manajemen sistem
Manajemen sistem terlibat didalam pembuatan seluruh aplikasi dari mulai sejak diadakannya observasi sampai aplikasi siap digunakan oleh manajemen user.


0 komentar:

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Free Blogger Templates Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP